Jeje Abdul Jamil, korlap aksi, menyebutkan bahwa setidaknya ada 19 desa di Kecamatan Lemahsugih yang ikut ambil bagian. “Kalau waktunya memungkinkan, kita akan lanjut ke desa-desa lain di kecamatan ini,” ujarnya sambil tersenyum.
Sumatra Terhantam Bencana Dahsyat
Bencana di Sumatra kali ini luar biasa hebat. Banyak pihak bilang, ini bahkan lebih mengerikan daripada tsunami dulu. Hujan deras dan badai membuat banjir dan longsor di berbagai tempat, menyapu rumah-rumah, jalan, bahkan jembatan.
Tiga daerah yang paling parah terdampak adalah:
-
Aceh — ribuan rumah terendam, listrik padam, akses jalan lumpuh.
-
Sumatra Utara — wilayah Tapanuli dan Sibolga kebanjiran parah, longsor menutup jalan, banyak warga mengungsi.
-
Sumatra Barat — Agam, Padang Pariaman, dan Padang jadi daerah yang paling berat, rumah-rumah rusak, warga kehilangan tempat tinggal.
Korban pun banyak. Rumah hilang, sungai meluap, tanah longsor menghancurkan desa. Banyak warga bilang, ini seperti tsunami kecil yang datang lagi, tapi kali ini lebih mengerikan karena datang tiba-tiba, tanpa peringatan panjang.
Solidaritas dari Desa Kecil
Di tengah derasnya bencana jauh di Sumatra, semangat gotong royong muncul di Desa Sadawangi. Santri, pemuda, hingga warga desa, bersatu mengumpulkan dana, menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal jarak.
Jeje Abdul Jamil menambahkan, aksi ini baru awal. Jika memungkinkan, penggalangan dana akan diperluas ke desa-desa lain di Kecamatan Lemahsugih. Harapannya, semakin banyak warga yang tergerak, semakin besar bantuan yang bisa dikirim untuk meringankan penderitaan saudara-saudara di Aceh, North Sumatra, dan West Sumatra.
Momen pagi ini bukan hanya soal uang yang terkumpul, tapi juga soal hati yang tergerak, tangan yang saling menopang, dan solidaritas yang terasa hangat di tengah dinginnya hujan dan deru bencana. Semoga bantuan kecil dari Sadawangi bisa menjadi cahaya untuk mereka yang tengah dilanda gelapnya musibah.[BA]
