Doa Minta Banyak Harta, Banyak Anak, Panjang Umur dalam Ketaatan


PELITA MAJALENGKA - A
da banyak kemudahan sebenarnya dalam kehidupan dunia ini ketika kita menjadi seorang muslim yang mau sadar diri. Satu di antaranya adalah doa untuk meminta keberkahan harta, diberikan keturunan yang baik, serta mendapatkan umur yang panjang dalam ketaatan juga ampunan dari Allah Ta'ala. 

Jauh-jauh hari Nabi  sudah mengajarkan kita umatnya untuk memanjatkan satu doa yang isinya sangat luar biasa dan pasti dibutuhkan oleh semua manusia. Doa itu adalah:

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالِي وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَنِي، وَأَطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأَحْسِنْ عَمَلِي، وَاغْفِرْ لِي

Allahumma aktsir mālī wa waladī, wa bārik lī fīmā a‘ṭaitanī, wa aṭil ḥayātī ‘alā ṭā‘atika, wa aḥsin ‘amalī, waghfir lī.

Artinya:

"Ya Allah, perbanyaklah hartaku dan keturunanku, berkahilah apa yang telah Engkau berikan kepadaku, panjangkanlah kehidupanku di atas ketaatan kepada-Mu, perbaikilah amal-amalku, dan ampunilah aku."

Perlu diketahui bahwa lafaz lengkap di atas merupakan gabungan doa-doa yang maknanya shahih dan selaras dengan doa Rasulullah kepada Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Adapun bagian yang secara khusus berasal dari hadis sahih adalah doa Nabi : "Allahumma aktsir mālahu wa waladahu wa bārik lahu fīmā a‘ṭaitahu."

Doa tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim sehingga termasuk hadis yang sangat kuat kedudukannya. Para ulama menjadikannya sebagai dalil bahwa seorang muslim boleh memohon banyak harta, banyak keturunan, dan panjang umur selama semuanya berada dalam keberkahan dan ketaatan kepada Allah.

Ketika membaca doa ini, hati kita seakan diajak memahami bahwa Islam tidak mengajarkan kemiskinan sebagai tujuan hidup. Islam juga tidak mengajarkan manusia untuk membenci dunia secara mutlak. Yang diajarkan adalah menjadikan dunia sebagai sarana menuju akhirat. Karena itu Rasulullah mendoakan sahabatnya dengan harta yang banyak, bukan dengan kemiskinan yang menyusahkan.

Namun perhatikan bahwa Nabi tidak berhenti pada kalimat "perbanyak hartanya". Beliau menambahkan doa keberkahan atas harta tersebut. Sebab harta yang tidak berkah sering kali hanya menambah kesibukan, kecemasan, dan pertanggungjawaban yang berat. Sedangkan harta yang berkah mampu menghidupi keluarga, menguatkan dakwah, membantu sesama, dan menjadi jalan menuju surga.

Demikian pula dengan keturunan. Banyak anak bukan sekadar kebanggaan dunia atau penghias rumah tangga. Anak-anak yang saleh adalah investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir setelah orang tuanya meninggal dunia. Karena itu seorang mukmin tidak hanya berdoa agar diberi banyak anak, tetapi juga memohon agar mereka menjadi generasi yang mengenal Allah, mencintai Al-Qur'an, dan membela agama-Nya.

Bagian doa yang memohon umur panjang dalam ketaatan mengandung makna yang sangat mendalam. Tidak semua umur panjang merupakan nikmat. Ada orang yang hidup puluhan tahun tetapi semakin jauh dari Allah, semakin keras hatinya, dan semakin tenggelam dalam dosa. Karena itu yang kita minta bukan sekadar panjang umur, melainkan panjang umur yang dipenuhi ibadah, ilmu, dan amal saleh.

Rasulullah bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya. Hadis ini mengajarkan bahwa ukuran keberhasilan hidup bukanlah berapa lama seseorang hidup, tetapi bagaimana ia menghabiskan usianya. Satu tahun yang penuh ketaatan lebih berharga daripada sepuluh tahun yang dihabiskan dalam kelalaian. Nilai umur di sisi Allah diukur oleh amal yang mengisinya.

Ketika kita mengucapkan "wa ahsin ‘amali", sesungguhnya kita sedang mengakui kelemahan diri kita. Betapa banyak amal yang tampak besar di mata manusia tetapi ternyata kecil di sisi Allah karena tercampur riya, ujub, atau mencari pujian. Betapa banyak pula amal sederhana yang diterima Allah karena dilakukan dengan hati yang ikhlas. Oleh sebab itu kita memohon agar Allah memperbaiki kualitas amal, bukan hanya memperbanyak jumlahnya.

Lalu doa ditutup dengan permohonan ampunan. Ini adalah penutup yang sangat indah karena manusia tidak pernah lepas dari dosa. Setelah meminta harta, keturunan, umur panjang, dan amal yang baik, kita tetap mengakui bahwa keselamatan tidak akan diraih tanpa ampunan Allah. Seorang mukmin yang mengenal dirinya akan selalu merasa membutuhkan maghfirah lebih daripada apa pun yang ada di dunia.

Jika direnungkan lebih dalam, doa ini sesungguhnya merangkum hampir seluruh kebutuhan hidup seorang hamba. Di dalamnya terdapat kebutuhan dunia berupa harta dan keluarga. Di dalamnya terdapat kebutuhan perjalanan hidup berupa umur yang diberkahi. Dan di dalamnya terdapat kebutuhan akhirat berupa amal saleh serta ampunan Allah.

Maka bacalah doa ini dengan hati yang hadir, bukan sekadar dengan lisan yang bergerak. Bayangkan bahwa setiap hari umur kita berkurang dan perjalanan menuju kubur semakin dekat. Bayangkan bahwa suatu hari seluruh harta akan ditinggalkan, seluruh anak akan kembali kepada urusannya masing-masing, dan hanya amal yang menemani kita di alam barzakh. 

Pada saat itulah kita akan memahami bahwa keberkahan lebih berharga daripada jumlah, ketaatan lebih berharga daripada usia yang panjang, dan ampunan Allah lebih berharga daripada seluruh dunia beserta isinya.

Semoga Allah memperbanyak harta yang halal dan berkah bagi kita, memperbaiki keturunan kita, memanjangkan umur kita dalam ketaatan, memperindah amal-amal kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta mengakhiri kehidupan kita dengan husnul khatimah. 

Semoga setiap tambahan hari yang Allah berikan menjadi tambahan kedekatan kepada-Nya, bukan tambahan kelalaian. Dan semoga saat kita bertemu Allah kelak, kita datang membawa hati yang selamat, amal yang diterima, serta dosa yang telah diampuni. Aamiin.[BA]

 

Posting Komentar untuk "Doa Minta Banyak Harta, Banyak Anak, Panjang Umur dalam Ketaatan"