Shalat Istisqa Khusyuk di Dawagung: Saat Doa dan Pasrah Memanggil Hujan


PELITA MAJALENGKA, Tasikmalaya
- Panas terik yang menyengat kulit tak melunturkan niat ratusan warga Desa Dawagung, Tasikmalaya. Sejak pagi, derap langkah kaki para santri berpadu dengan warga sekitar menuju area terbuka. 

Dengan sajadah terbentang di atas tanah yang tandus, mereka menyatukan shaf di halaman Pondok Pesantren Shuffah Al Jama'ah. Kedatangan mereka mengusung satu harapan yang sama: memohon berkah hujan di tengah balutan kemarau panjang yang kian melanda wilayah tersebut.

Suasana haru dan khusyuk menyelimuti pelaksanaan shalat sunnah Istisqa. Di bawah langit yang cerah tanpa segumpal awan pun, jamaah berbaris rapi mengikuti setiap gerakan shalat dua rakaat secara berjamaah. Ritual ibadah yang dipimpin langsung oleh Dr. (Cand) Hasan Yusuf, M.Pd.I., tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat untuk menundukkan hati dan berserah diri secara total kepada Sang Pencipta.

Usai melangsungkan shalat, suasana semakin hening saat sang imam naik memimpin khutbah. Dalam untaian nasihatnya, pimpinan ibadah tersebut menekankan pentingnya introspeksi diri di tengah ujian bencana kemarau. 

Beliau menyerukan agar seluruh jamaah memperbanyak istighfar, mengetuk pintu pertobatan, serta terus mempererat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Nasihat tersebut disambut dengan anggukan dan tatapan penuh penyesalan dari para jamaah yang hadir.

Puncak dari prosesi ibadah ini berlangsung saat doa bersama dipanjatkan. Suara gemuruh bisikan doa dan isak tangis samar terdengar menyatu dengan angin kering yang berembus pelan. Tangan-tangan terangkat tinggi ke udara, menengadah dengan penuh kepasrahan agar bumi Tasikmalaya yang haus bisa kembali dibasahi oleh rintik rahmat-Nya.

Bagi warga Desa Dawagung dan para santri Pondok Pesantren Shuffah Al Jama'ah, shalat Istisqa bukan sekadar ajang berkumpul atau ikhtiar fisik semata. Kegiatan ini menjadi benteng spiritual dan simbol kebersamaan masyarakat dalam menghadapi krisis iklim. 

Melalui ketulusan niat, kerendahan hati, serta doa yang meliturgi di halaman pesantren, mereka optimistis tanah yang gersang akan segera kembali sejuk dan subur oleh turunnya hujan yang membawa keberkahan.[Rizki] 

1 komentar untuk "Shalat Istisqa Khusyuk di Dawagung: Saat Doa dan Pasrah Memanggil Hujan"

  1. Mudah-mudahan Alloh Ar-Razak mengijabah do'a para ahlu shuffah di bumi tasik. Barakallahufikum.

    BalasHapus