PELITA MAJALENGKA, Tasikmalaya — Karpet Masjid Al-Fatah Bani Ibrahim terasa teduh saat matahari Kamis (1/10/2026) menyinari sudut-sudut Niyabah Tasikmalaya. Di ruang yang penuh ketenangan itu, empat mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Fatah Bogor memantapkan langkah, bersiap membumikan ilmu akademis mereka langsung ke tengah masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri.
Dipimpin oleh Yusuf Kurnia sebagai ketua kelompok, bersama tiga rekannya—Rizki Nur Hidayat, Ikbal Supriadi, dan Tuti Sulastri—kehadiran mereka disambut hangat oleh Naibul Imam, Ustadz Eko Suswanto. Suasana pengarahan berlangsung khidmat namun sarat kekeluargaan.
"Jazakallah khoir atas kehadiran para mahasiswa STAI Al Fatah di Niyabah Tasikmalaya, ahlan wa sahlan. Semoga Allah memberikan kemudahan dalam melaksanakan tugas," tutur Ustadz Eko Suswanto mengawali arahannya dengan penuh rasa syukur.
Langkah pengabdian keempat mahasiswa ini dipandu oleh lima pilar utama yang dirumuskan oleh Ustadz Eko. Bukan sekadar menuntaskan kewajiban kampus, program ini dirancang untuk menyentuh akar kehidupan masyarakat:
1. Implementasi Keilmuan: Menerapkan teori akademis secara nyata dalam ruang-ruang dakwah, ta'lim, dan merawat kehangatan ukhuwah di Niyabah Tasikmalaya.
2. Pengembangan Ilmu secara Komprehensif: Mengasah potensi diri secara utuh demi kemaslahatan umat, khususnya melingkupi ranah dakwah, jurnalistik, dan tarbiyah (pendidikan).
3. Pemetaan Masalah Umat: Menyelami dan memahami secara langsung riak dinamika, kebutuhan, serta permasalahan yang dihadapi warga setempat.
4. Edukasi Literasi dan Komunikasi: Membekali jamaah dan masyarakat sekitar dengan pemahaman literasi komunikasi yang sehat, baik, dan efektif.
Bagi Yusuf dan kawan-kawan, KKN Mandiri ini menjadi panggung nyata untuk belajar dari kehidupan masyarakat. Harapannya, jejak langkah yang mereka ukir di Tasikmalaya tidak berhenti saat masa KKN usai, melainkan meninggalkan kontribusi nyata dan dampak positif yang terus dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.[Rizki]

Posting Komentar untuk "Mengabdi dari Hati: Jejak Empat Mahasiswa STAI Al Fatah Mengukir Pengabdian di Bumi Tasikmalaya"