PELITA MAJALENGKA, Tanjungsari - Suasana Masjid At-Taqwa Markas Wilayah Jawa Barat di Tanjungsari Sumedang, terasa berbeda pada Sabtu–Ahad, 19–20 September 2026. Bukan sekadar lantunan ayat-ayat suci yang terdengar dari dalam masjid, tetapi juga semangat para peserta untuk memperbaiki cara membaca sekaligus memahami Al-Qur’an. Selama dua hari, masjid tersebut menjadi tempat berlangsungnya Tadrib Tilawati Khafas, sebuah pelatihan pembelajaran Al-Qur’an yang mengusung tema “Metode Tepat dan Cepat dalam Memahami Al-Qur’an.”
Kegiatan yang
diselenggarakan oleh Lembaga Tilawati Khafas itu menghadirkan para
pengampu yang memiliki keterhubungan langsung dengan penulis metode Tilawati
Khafas, Allahuyarham KH. Fadil Aly Siradj. Mereka adalah KH. Yakhsyallah Mansur, M.A., (putra sekaligus murid KH. Fadil Aly Siradj), Ustadz Mastur,
M.Pd.I. dari Lampung, serta Ustadz Abdurrahman
Parmo dari Wonogiri. Ketiganya merupakan murid yang memperoleh sanad
langsung dari KH. Fadil Aly Siradj dalam mempelajari dan mengembangkan metode
tersebut.
Tadrib ini
tidak hanya diarahkan agar peserta mampu membaca Al-Qur’an dengan lebih baik. Lebih
dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar untuk mengenal sebuah metode
yang diharapkan dapat membantu masyarakat menemukan cara yang tepat,
sistematis, dan cepat dalam mempelajari Al-Qur’an. Selama dua hari, peserta
mengikuti proses pelatihan yang berfokus pada penguasaan metode Tilawati
Khafas, baik dari sisi pemahaman maupun penerapannya dalam pembelajaran.
Bagi penyelenggara, kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Karena itu, metode pembelajaran tidak boleh dipandang sekadar sebagai teknik mengajar, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan masyarakat kepada Kalamullah. Semakin mudah seseorang belajar Al-Qur’an, semakin terbuka pula kesempatan baginya untuk berinteraksi lebih dekat dengan petunjuk Allah SWT.
Dalam
sambutannya, KH. Yakhsyallah Mansur menekankan pentingnya menghadirkan semangat
dalam mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an. Menurutnya, melalui metode
Tilawati Khafas, diharapkan lahir semangat untuk terus menebarkan rahmat Allah
SWT melalui kegiatan pembelajaran Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak cukup hanya
dibaca, tetapi juga perlu dipelajari, diajarkan, dan dihadirkan dalam kehidupan
masyarakat.
Semangat
tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan Tadrib Tilawati Khafas.
Sebab, mengajarkan Al-Qur’an bukan hanya persoalan transfer kemampuan membaca,
melainkan bagian dari upaya membangun generasi yang memiliki kedekatan
dengan wahyu. Dari ruang-ruang pembelajaran seperti inilah diharapkan
tumbuh guru-guru Al-Qur’an yang mampu meneruskan ilmu kepada keluarga,
anak-anak, dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Kegiatan selama
dua hari itu pun menjadi momentum untuk memperluas pemahaman peserta terhadap
metode Tilawati Khafas. Dengan bimbingan para pengampu yang memiliki sanad
langsung dari penulis metode, peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari
metode tersebut secara lebih terarah. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak
berhenti di ruang pelatihan, tetapi diteruskan melalui praktik pembelajaran di
berbagai tempat.
Di tengah
tantangan zaman yang semakin kompleks, pembelajaran Al-Qur’an menjadi kebutuhan
yang tidak pernah kehilangan relevansinya. Anak-anak, remaja, maupun orang
dewasa membutuhkan pendekatan pembelajaran yang mampu menjadikan Al-Qur’an
dekat dan mudah dipelajari. Karena itu, ikhtiar menghadirkan metode
pembelajaran yang tepat merupakan bagian dari usaha menjaga kesinambungan
generasi Qur’ani.
Tadrib Tilawati
Khafas di Tanjungsari akhirnya bukan hanya menjadi agenda pelatihan selama dua
hari. Ia menjadi bagian dari ikhtiar panjang untuk menghadirkan pembelajaran
Al-Qur’an yang lebih mudah, terarah, dan berkesinambungan. Dari sebuah masjid
di Tanjungsari, semangat itu diharapkan terus bergerak: dari guru kepada murid,
dari keluarga kepada masyarakat, dan dari satu generasi kepada generasi
berikutnya—untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan menebarkan rahmat Allah SWT
di tengah kehidupan.[Rizki]


Posting Komentar untuk "Menebar Rahmat melalui Tilawati Khafas, Tadrib Pembelajaran Al-Qur’an Digelar di Tanjungsari"