Mempererat Silaturahmi Ulama, FSPP Rajapolah Gelar Pengajian Rutin Bulanan di PP Shuffah Al-Jama'ah


PELITA MAJALENGKA, 
Tasikmalaya – Menjaga tradisi keilmuan sekaligus mempererat silaturahmi antarpimpinan pondok pesantren, alim ulama, dan para asatidz menjadi semangat yang terus dirawat Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Semangat itu kembali terlihat dalam pengajian rutin bulanan yang kali ini digelar di Pondok Pesantren (PP) Shuffah Al-Jama'ah, Rabu (19/6/2026), bertepatan dengan 6 Rabiul Awal 1448 H.

Sejak pagi, suasana di lingkungan PP Shuffah Al-Jama'ah tampak dipenuhi para pimpinan pesantren, alim ulama, dan asatidz dari berbagai pondok pesantren di Kecamatan Rajapolah. Pertemuan tersebut bukan sekadar menjadi agenda rutin bulanan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyambung ukhuwah, bertukar ilmu, dan bersama-sama membahas berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan dipandu Kang Haji Dede Anwar sebagai pembawa acara. Beberapa menit kemudian, suasana pengajian semakin khidmat dengan pembacaan tawasul oleh perwakilan FSPP Rajapolah. Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan Fauzan Fadli, musyrif PP Shuffah Al-Jama'ah.

Memasuki agenda utama, para peserta kemudian menyimak kajian Tafsir Jalalain yang disampaikan KH. Ahmad Junaedi pada pukul 09.00 WIB. Kajian tafsir menjadi salah satu ruang penting untuk memperdalam pemahaman terhadap pesan-pesan Al-Qur'an, sekaligus menghubungkannya dengan kehidupan umat.

Sekitar pukul 09.30 WIB, acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari pihak-pihak terkait. Setelah itu, pembahasan keilmuan kembali berlanjut melalui kajian kitab Kifayatul Akhyar yang disampaikan KH. Fuad Hasyim pada pukul 10.00 WIB.

Kegiatan kemudian memasuki salah satu sesi yang menjadi ciri penting tradisi keilmuan pesantren, yakni Bahtsul Masail. Dimulai pukul 10.30 WIB, para ulama dan peserta pengajian terlibat dalam pembahasan berbagai persoalan keagamaan dan hukum Islam yang berkembang di tengah masyarakat.

Bahtsul Masail tidak hanya menjadi forum untuk mencari jawaban atas persoalan hukum, tetapi juga memperlihatkan bagaimana tradisi intelektual pesantren terus hidup melalui proses membaca, mengkaji, berdiskusi, dan merumuskan persoalan berdasarkan khazanah keislaman.

Di tengah perubahan zaman dan semakin kompleksnya persoalan masyarakat, ruang seperti ini menjadi penting. Para ulama dan asatidz tidak hanya berkumpul untuk mendengarkan kajian, tetapi juga membangun komunikasi dan kesamaan pandangan dalam menyikapi berbagai persoalan umat.

Hingga akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa bersama pada pukul 10.55 WIB. Doa dipanjatkan untuk keberkahan kegiatan, kemajuan pondok pesantren, serta kebaikan dan kemaslahatan masyarakat Kecamatan Rajapolah.

Pengajian rutin bulanan FSPP Rajapolah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa silaturahmi ulama memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi keilmuan pesantren. Dari forum sederhana semacam inilah komunikasi antarpesantren terus terjalin, ukhuwah semakin kuat, dan perhatian terhadap persoalan umat dapat terus dirawat.

Bagi pesantren, berkumpul bukan sekadar bertemu. Ada ilmu yang diwariskan, ada ukhuwah yang dikuatkan, ada persoalan umat yang dibicarakan, dan ada doa yang dipanjatkan. Karena itu, pengajian rutin FSPP Rajapolah menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga agar tradisi keilmuan, silaturahmi, dan kepedulian ulama terhadap umat tetap tumbuh di tengah masyarakat.[Rizki]

Posting Komentar untuk "Mempererat Silaturahmi Ulama, FSPP Rajapolah Gelar Pengajian Rutin Bulanan di PP Shuffah Al-Jama'ah"