PELITA MAJALENGKA — Rombongan pengurus Pondok Pesantren Tahfidz Qur'an Nurul Bayan, Lemahsugih, melakukan kunjungan dinas ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Rabu (7/10). Kunjungan ini dilakukan guna berkonsultasi mengenai pengembangan lembaga pendidikan nonformal dan formal di lingkungan pesantren.
Rombongan yang
terdiri dari lima orang tersebut berangkat dari desa
Mekarwangi Lemahsugih pada
pukul 10.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Setibanya di Gedung
Dinas Pendidikan yang berlokasi di seberang Alun-Alun Majalengka, tim pesantren
menyampaikan maksud kedatangan untuk berkonsultasi dengan Kepala Dinas
Pendidikan berdasarkan arahan dari Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad
Ramdhan.
Namun, karena
Kepala Dinas tengah menghadiri agenda di luar kantor, rombongan diarahkan untuk
menemui Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD
Dikmas), Budie Winarto, S.Pd., M.I.P.
Sebelum
pertemuan berlangsung, rombongan sempat menunggu selama lebih dari satu jam
karena pejabat terkait sedang memimpin rapat. Memasuki waktu zuhur, rombongan
beristirahat dan melaksanakan sholat
zuhur dulu di Masjid
Agung Al-Imam Majalengka yang berada di area alun-alun.
Pertemuan akhirnya
terealisasi seusai waktu zuhur di ruang kerja Kabid PAUD Dikmas. Dalam audiensi
tersebut, pihak Pesantren Nurul Bayan menyampaikan pemaparan terkait profil
serta wacana pembentukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan
pengurusan izin formal untuk jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).
Kepala Bidang
PAUD Dikmas Disdik Majalengka, Budie Winarto, menyambut baik kedatangan
perwakilan pesantren tersebut. Pihaknya memberikan penyuluhan teknis serta
arahan prosedur administratif yang perlu dipenuhi oleh lembaga dalam mendirikan
PKBM maupun memformalkan TK.
Kegiatan konsultasi tersebut berjalan lancar dan diakhiri dengan sesi foto bersama antara pejabat Dinas Pendidikan dan perwakilan Pondok Pesantren Nurul Bayan.[BA]

Posting Komentar untuk "Perkuat Layanan Pendidikan, Pesantren Nurul Bayan Temui Kabid PAUD Dikmas Majalengka"