Cetak Generasi Qur'ani Adaptif, Pesantren Shuffah Al Jama’ah Tasikmalaya Sukses Gelar Training Growth Shuffah


PELITA MAJALENGKA
, Tasikmalaya – Pondok Pesantren Shuffah Al Jama’ah Tasikmalaya bergelora. Demi mencetak generasi masa depan yang unggul dan adaptif, pesantren ini menggelar agenda spektakuler bertajuk "Training Growth Shuffah" pada Kamis (17/9/2026).

Berlokasi di Masjid Aayatul Muthmainnah, ratusan santri, guru, hingga jajaran pengurus tampak larut dalam atmosfer penuh semangat. Mengusung tema besar “Learning, Growing, and Thriving Together toward Our Best Self”, pelatihan ini dirancang khusus untuk memantik motivasi sekaligus mengakselerasi potensi diri seluruh warga pesantren.

Tak tanggung-tanggung, acara ini menghadirkan dua figur inspiratif sebagai pembicara kunci: Dr. Dedi Turmudzi, M.A.TESOL – Kaprodi Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Metro Lampung sekaligus kandidat doktor Universitas Negeri Malang.

Al Ustadz Dr (Cand). Hasan Yusuf, S.Pd., M.Pd. – Pimpinan Pondok Pesantren Shuffah Al Jama'ah Tasikmalaya.

Sejak pukul 07.30 WIB, ruang masjid dipenuhi antusiasme. Pimpinan pesantren, Ustadz Hasan Yusuf, membuka acara dengan ungkapan rasa syukur mendalam atas kehadiran sang pemateri di tengah padatnya aktivitas akademis.

"Alhamdulillah tahadduts binnimatillah, dan kami ucapkan jazakallah khair kepada Pak Doktor yang telah menyempatkan waktu di sela-sela kesibukannya. Kehadiran beliau menjadi keberkahan tersendiri bagi kita semua," tutur Ustadz Hasan Yusuf hangat.

Sesi berlanjut kian hidup ketika Dr. Dedi Turmudzi naik ke panggung utama. Membuka paparan lewat pertanyaan-pertanyaan pemantik yang membakar semangat, Dr. Dedi membagikan pandangan segar mengenai peluang emas yang dimiliki para santri di era global.

"Menjadi santri adalah sebuah kebanggaan luar biasa. Di antara mahasiswa yang berhasil meraih beasiswa ke Inggris maupun Amerika, rekam jejak pengabdian yang panjang di pesantren justru menjadi nilai plus yang sangat diperhitungkan," tegas Dr. Dedi di hadapan para santri yang menyimak takjub.

Sembari bernostalgia mengingat perjalanannya dari balik tembok pesantren hingga berhasil menembus jenjang S3, Dr. Dedi membagikan resep rahasia dalam menuntut ilmu: Rasa cinta adalah kuncinya, dan keberanian bertanyalah pintunya.

Melalui sajian materi pembelajaran adaptif, strategi pengembangan karakter, dan penguatan sinergi dalam ekosistem pendidikan Islam, Training Growth Shuffah berhasil menyuntikkan energi baru. Langkah ini diproyeksikan menjadi pijakan kokoh bagi Pondok Pesantren Shuffah Al Jama'ah untuk mencetak generasi Qur'ani yang beradab, beriman, dan siap menaklukkan tantangan dunia.[Rizki]

  

Posting Komentar untuk "Cetak Generasi Qur'ani Adaptif, Pesantren Shuffah Al Jama’ah Tasikmalaya Sukses Gelar Training Growth Shuffah"