PELITA MAJALENGKA - Kesehatan adalah salah satu nikmat Allah yang sering baru kita sadari nilainya ketika sakit datang. Saat tubuh sehat, kita dapat berjalan menuju masjid, bekerja mencari nafkah, mendidik anak, membantu orang lain, belajar, berdakwah, dan melakukan berbagai amal tanpa banyak berpikir tentang betapa mahalnya kemampuan tersebut.
Namun ketika sakit menyerang, aktivitas sederhana pun terkadang berubah menjadi perjuangan. Karena itu, kesehatan bukan sekadar urusan jasmani, tetapi amanah yang harus dijaga agar tubuh yang Allah titipkan kepada kita dapat digunakan untuk beribadah dan melakukan kebaikan.
Islam tidak mengajarkan umatnya untuk mengabaikan kesehatan. Rasulullah ﷺ memberikan berbagai petunjuk berkaitan dengan makanan, pola hidup, pengobatan, doa, ruqyah, dan berbagai bentuk ikhtiar yang kemudian dikenal luas sebagai Thibbun Nabawi. Di dalamnya terdapat pembahasan tentang madu, habbatussauda, kurma, minyak zaitun, bekam, ruqyah, dan berbagai hal lainnya.
Namun memahami
Thibbun Nabawi juga membutuhkan ilmu agar kecintaan kita kepada sunnah tidak
berubah menjadi pemahaman yang berlebihan. Kita mencintai apa yang diajarkan
Nabi ﷺ, tetapi kita juga harus memahami bagaimana
menerapkannya dengan aman dan tepat.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Berobatlah wahai hamba-hamba Allah, karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya.” Hadis ini memberikan pesan yang sangat kuat bahwa sakit bukan alasan bagi seorang Muslim untuk berhenti berusaha. Ketika penyakit datang, seorang Muslim diperintahkan mencari sebab kesembuhan, sementara hatinya tetap bergantung kepada Allah.
Obat adalah sebab,
dokter adalah sebab, makanan yang baik adalah sebab, dan berbagai bentuk
pengobatan lainnya juga merupakan sebab. Adapun yang menentukan kesembuhan pada
akhirnya tetap Allah سبحانه وتعالى.
Karena itu, Thibbun Nabawi tidak seharusnya dipertentangkan dengan ilmu kedokteran. Seorang Muslim dapat mengonsumsi makanan yang baik, menggunakan bahan alami yang sesuai, melakukan ruqyah syar’iyyah, dan pada saat yang sama memeriksakan diri kepada dokter ketika membutuhkan diagnosis atau pengobatan medis.
WHO sendiri saat ini
mendorong pengobatan tradisional dan komplementer yang aman dan efektif untuk
dikembangkan berdasarkan bukti ilmiah, mutu, regulasi, dan keselamatan pasien.
Ini menunjukkan bahwa tradisi pengobatan tidak
harus dipertentangkan dengan ilmu, selama penggunaannya dilakukan secara
bertanggung jawab.
Penelitian terhadap berbagai bahan yang dikenal dalam Thibbun Nabawi memang menarik. Madu, misalnya, telah diteliti untuk berbagai penggunaan kesehatan dan menunjukkan manfaat tertentu dalam kondisi tertentu.
Habbatussauda juga telah diteliti dalam banyak uji
klinis dan meta-analisis, termasuk penelitian yang menunjukkan kemungkinan
manfaat terhadap beberapa indikator metabolik, meskipun para peneliti masih
menekankan perlunya penelitian berkualitas lebih tinggi untuk memastikan dosis
dan manfaat klinisnya. Artinya, kita tidak perlu membuat klaim
berlebihan untuk menunjukkan bahwa sunnah itu mulia.
Yang lebih penting adalah mengambil semangatnya. Islam mengajarkan kita menjaga tubuh, memilih makanan yang baik, tidak berlebihan, menjaga kebersihan, berobat ketika sakit, memperbanyak doa, dan menggantungkan hati hanya kepada Allah.
Jangan sampai seseorang mengaku
mencintai Thibbun Nabawi tetapi hidupnya penuh kebiasaan yang merusak
kesehatan, seperti makan berlebihan, kurang bergerak, kurang tidur, merokok,
dan mengabaikan penyakit. Kesehatan tidak hanya dibangun oleh satu jenis
makanan atau satu metode pengobatan, tetapi oleh kebiasaan baik yang dilakukan
terus-menerus.
Tubuh yang sehat bukan tujuan akhir, melainkan kendaraan untuk melakukan lebih banyak kebaikan. Dengan tubuh yang sehat, kita bisa lebih kuat beribadah, mencari nafkah halal, membantu keluarga, melayani umat, dan menebarkan manfaat.
Karena itu, jangan menunggu sakit datang untuk menghargai kesehatan. Rawat tubuhmu karena ia amanah, jaga kesehatanmu karena masih banyak ibadah yang harus ditunaikan, dan ketika tubuhmu sehat, jangan pernah lupa bersyukur kepada Allah yang setiap hari memberimu kesempatan untuk hidup dan berbuat baik.[BA]

Posting Komentar untuk "Thibbun Nabawi: Warisan Nabi ﷺ Untuk Menjaga Kesehatan Umat"