Oleh Dudin Shobaruddin, Dosen SQABM
Pada malam ini saya dapat ilmu, mengikuti pengajian yang diisi oleh Ust. Ibrahim Md Raja, yang menjelaskan tentang al-Quran surat al-Isra ayat yang ke 9.
Allah Swt. berfirman, "Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan memperoleh pahala yang besar." (QS. Al-Isrā': 9)
Di era modern, hampir setiap orang mengenal GPS (Global Positioning System). Ketika seseorang ingin menuju suatu tempat yang belum pernah dikunjungi, ia cukup membuka aplikasi navigasi. GPS akan menunjukkan rute terbaik, memperingatkan jika kita salah jalan, bahkan memberikan jalur alternatif ketika terjadi kesesakan atau kemacetan.
Namun, GPS hanya mampu mengantarkan manusia ke tujuan duniawi. Untuk perjalanan hidup menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, manusia memerlukan petunjuk yang jauh lebih sempurna, yaitu Al-Qur'an.
Surah Al-Isrā' ayat 9 menegaskan bahwa Al-Qur'an memberikan petunjuk kepada jalan yang "aqwam", yakni jalan yang paling lurus, paling benar, paling adil, paling tepat dan paling sempurna. Kata aqwam menunjukkan bahwa petunjuk Al-Qur'an bukan sekadar salah satu pilihan, melainkan petunjuk terbaik yang mengantarkan manusia kepada keselamatan dan keberhasilan dunia dan akherat.
Sebagai "GPS kehidupan", Al-Qur'an memiliki beberapa fungsi penting.
Pertama, menentukan arah tujuan hidup. Banyak manusia tersesat bukan karena tidak memiliki kemampuan, tetapi karena kehilangan arah. Al-Qur'an mengingatkan bahwa tujuan utama hidup adalah beribadah kepada Allah dan meraih ridha-Nya (QS.Al-Baqarah,2;21). Ketika tujuan hidup benar, setiap langkah akan memiliki makna.
Kedua, mengoreksi ketika seseorang menyimpang. Sebagaimana GPS memberi peringatan ketika pengemudi keluar dari jalur, Al-Qur'an juga mengingatkan manusia ketika terjerumus ke dalam dosa, kezaliman, syirik, atau kemaksiatan. Melalui ayat-ayat-Nya, Allah membuka pintu taubat agar manusia kembali ke jalan yang benar (Azzumar:53).
Ketiga, memberikan solusi terbaik. Al-Qur'an tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga membimbing manusia dalam kehidupan keluarga, pendidikan, ekonomi, kepemimpinan, keadilan, hingga hubungan sosial. Oleh karena itu, siapa yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman akan memperoleh prinsip-prinsip kehidupan yang seimbang dan penuh hikmah.
Ayat ini juga menyebutkan bahwa Al-Qur'an memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Hal ini menunjukkan bahwa petunjuk Al-Qur'an harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Membaca Al-Qur'an saja belum cukup; petunjuknya harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Keimanan yang benar akan melahirkan amal saleh, dan amal saleh akan mengantarkan seseorang kepada pahala yang besar dari Allah.
Dalam kehidupan saat ini, manusia sering mengikuti "GPS" lain, seperti hawa nafsu, tren media sosial, opini publik, atau kepentingan duniawi. Semua itu dapat berubah dan bahkan menyesatkan. Sebaliknya, Al-Qur'an adalah petunjuk yang datang dari Allah Yang Maha Mengetahui masa lalu, masa kini, dan masa depan. Petunjuk-Nya tidak pernah salah dan selalu relevan sepanjang zaman.
Karena itu, menjadikan Al-Qur'an sebagai GPS kehidupan berarti membaca, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajarannya dalam setiap aspek kehidupan secara berjama’ah. Ketika menghadapi persoalan, seorang mukmin tidak hanya bertanya, "Apa yang saya inginkan?", tetapi juga bertanya, "Apa petunjuk Allah dalam Al-Qur'an dan sunnah Rasul-Nya?" Dengan demikian, setiap keputusan akan lebih dekat kepada kebenaran dan keberkahan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup, sehingga langkah-langkah kita selalu berada di jalan yang paling lurus dan memperoleh kabar gembira berupa pahala yang besar di dunia maupun di akhirat. Āmīn.[]

Posting Komentar untuk "Al-Qur'an sebagai GPS Kehidupan: Inti Sari Surah Al-Isrā' Ayat 9"